24% Pemasukan Astra Disumbang Daihatsu

Pada tahun 2007, dari total perolehan keuntungan PT Astra International Tbk, 24 persennya disumbang PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Jumlah tersebut meningkat dari 18 persen pada tahun 2003. klik disini

Hal tersebut disampaikan Prijono Sugiarto, Direktur PT Astra International Tbk saat peluncuran minibus dan pick up Gran Max, Selasa (6/11/2007) malam di Jakarta International Trade and Exhibition Center (JITEC) Mangga Dua, Jakarta Utara.

Prijono menambahkan, saat ini kebijakan pemerintah sangar kondusif untuk menciptakan iklim investasi, terutama di industri automotif. Oleh karena itu peluang untuk mengembangkan sektor ini sangat terbuka lebar. Selama tahun 2007, pasar automotif Indonesia diprediksi tumbuh 33 persen dibanding tahun lalu dengan total penjualan diharapkan mencapai 425.000 unit.

Selain itu, lanjut Prijono, jumlah masyarakat di Indonesia yang belum memiliki kendaraan beroda 4 sangat besar. Tentu ini adalah peluang besar untuk mengembangkan penjualan, terutama di segmen kendaraan di bawah Rp100 juta-an. 

Prijono menambahkan, keberhasilan Daihatsu dalam mengembangkan sayap produksinya, tidak terlepas dari keberterimaan pasar atas produk-produknya. Selain faktor kualitas, Daihatsu juga dikenal sebagai brand yang memiliki harga jual terjangkau bagi kalangan masyarakat menengah di Indonesia. Untuk itu, Astra optimistis bahwa peran Daihatsu ke depan akan memberikan kontribusi besar bagi Astra.

Daihatsu Luncurkan Kendaraan Niaga Gran Max

Sulap ruang Jakarta International Trade and Exhibition Center (JITEC) Mangga Dua jadi pasar, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Selasa malam (6/11/2007) meluncurkan kendaraan niaga minibus dan pick up Gran Max. cek website disini

Hadir dalam acara peluncuran, pejabat Daihatsu Motor Company (DMC) Jepang, termasuk Presiden DMC Tiroyuki Minoura. 

Kendaraan yang menggantikan pendahulunya Daihatsu Zebra ini, dihadirkan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen terutama di segmen kendaraan niaga (commercial vehicle).

"Gran Max dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia, terutama untuk kalangan usaha. Kendaraan ini telah mengadaptasikan kemampuan dan fitur yang sesuai dengan karakter gaya berkendara di Indonesia. Selain itu, harga jualnya yang terjangkau menjadikan Daihatsu optimistis, Gran Max akan diterima pasar Indonesia," ujar Hideki Nomura, Presiden Direktur, Astra Daihatsu Motor, saat acara peluncuran.

Daihatsu Gran Max memiliki konsep produk high capacity, high reliability, dan high efficiency. High capacity memungkinkan kendaraan untuk menampung barang labih banyak dibanding kendaraan sekelasnya. High reliability berarti kendaraan ini digunakan untuk mendukung aktifitas usaha di segala kondisi. Dan high efficiency, Gran Max menggunakan mesin yang irit konsumsi bahan bakar.

Gran Max mengusung 2 pilihan mesin yaitu 1300 cc DOHC dan 1.500 cc DOHC VVTi. Dengan desain kabin yang luas pada minibus, Gran Max mampu menampung 9 hingga 11 orang. Sedangkan untuk pick up, beban seberat 1,1 ton dapat diangkautnya.

Gran Max dipasarkan di Indonesia dengan harga on the road mulai dari Rp67,15 juta untuk pick up dan mulai dari Rp88,5 juta untuk minibus.

Baru Diluncurkan, Inden Daihatsu Gran Max Capai 2.700 Unit

Meskipun baru diluncurkan Selasa malam (6/11/2007), daftar inden Gran Max sudah mencapai 2.700 unit. Jumlah tersebut melebihi target penjualan dalam 1 bulan yaitu 2.300 unit. informasi mobil dan motor

"Sambutan pasar terhadap Gran Max sungguh luar biasa. Saat ini, daftar inden Gran Max sudah mencapai 2.700 unit padahal target penjualan per bulan hanya 2.300 unit," ujar Direktur Pemasaran ADM, Suparno Djasmin, saat peluncuran Daihatsu Gran Max, Selasa malam (6/11/2007) di Mangga Dua, Jakarta Utara.

Suparno Djasmin menambahkan, untuk model minibus Gran Max pihaknya menjanjikan dalam 1 bulan ke depan pemesan akan mendapatkannya. Sedangkan untuk pick up, para pemesan akan mendapatkan pada Desember mendatang. Dari jumlah 2.700 unit, sebagian besar adalah pemesan jenis minibus.

Selain pasar domestik, Daihatsu berencana mengekspor Gran Max pada tahun 2008 mendatang. Namun pihak Daihatsu belum bisa menyebutkan negara mana saja yang akan menjadi tujuan ekspor karena masih dalam penjajakan pasar.

Kehadiran Gran Max merupakan ikon baru Daihatsu dalam kendaraan niaga menggantikan Zebra yang telah lama hadir di Indonesia. 

Saat tahun 2007 ini, pabrik Daihatsu telah memproduksi 114.000 unit kendaraan dari rencana produksi 150.000 unit. Jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 211.000 unit setelah beroperasinya pabrik baru di Sunter, Jakarta Utara.

Prestasi penjualan Daihatsu di Indonesia yang gemilang, menjadikan salah satu alasan Daihatsu Motor Company memilih Indonesia sebagai basis produksi dan pemasaran kendaraan kompak dunia. Produk Daihatsu dan brand Toyota kini telah dipasarkan di Afrika Selatan, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Venezuela. Tahun 2007 ini, presentase penjualan ekspor ditargetkan mencapai 18 persen dari total produksi.

2008, Penjualan Global Kendaraan Capai 71,8 Juta Unit

Produsen kendaraan terbesar keenam dunia Hyundai Motor, memprediksikan penjualan seluruh brand mobil di dunia akan mencapai 71,8 juta unit selama tahun 2008. berita otomotif

Laporan penelitian hyundai yang dilansir Asia Pulse, Rabu (7/11/2007) menyebutkan, pasar automotif paling bergairah seperti China, India, dan Rusia berpotensi mendongkrak penjualan global seluruh brand kendaraan di tahun 2008.

Tahun 2007 ini, ekonomi dunia terkena imbas krisis subprime mertgage di Amerika Serikat, sehingga perkembangannya agak lamban. Namun pada 2008 mendatang kondisinya akan berbalik. Penjualan kendaraan diprediksikan menembus angka 70 juta unit bahkan mencapai 71,8 juta unit.

Namun dalam laporan terebut hyundai tidak menyebutkan perbandingan penjualan dari tahun-tahun sebelumnya.

Selama 2008, penjualan di China saja akan mencapai 10 juta unit dari 8,93 juta unit yang ditargetkan selama tahun 2007 ini. Sedangkan di Korea Selatan sendiri, penjualan pada 2008 akan mencapai 1,36 juta unit, naik dibanding tahun 2007 ini yang diprediksikan mencapai 1,2 juta unit.

Brand Mobil Mewah Lexus Resmi Hadir di Indonesia

Brand kendaraan mewah Lexus, secara resmi mengawali debutnya di Indonesia. Bersamaan dengan perkenalan Gallery Lexus di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2007), Lexus langsung memboyong 4 model untuk pasar Indonesia. click here

Dari sisi produk, Lexus layaknya hasil karya seni atau mahakarya yang mewakili kesan mewah, nyaman, performa tinggi, serta dilengkapi fitur-fitur cerdas dan mumpumi untuk menunjang kenikmatan sekaligus keselamatan berkendara. Tidak hanya itu, Lexus juga menjanjikan personal luxury experience yang sulit disejajarkan dengan layanan dari brand premium lainnya. 

"Lexus hadir untuk mempresentasikan sebuah kesempurnaan, bahkan sejak model pertamanya diluncurkan tahun 1989 lalu. Tidak hanya memberikan kemewahan, namun penumpangnya akan disuguhi pengalaman menarik saat menungganginya," ujar Principal Lexus Indonesia, Johnny Darmawan, saat peresmian Lexus Indonesia di Gallery Lexus, Menteng, Jakarta Pusat.

Johnny menambahkan di Indonesia populasi masyarakat kelas atas terus meningkat. Kalangan tersebut menuntut kesempurnaan dalam segala hal, untuk itu Lexus menawarkan ownership experience. Sebuah standar baru dalam brand dan pengalaman berkelas Premium.

Sebanyak 4 model yang segera dipasarkan di Indonesia adalah LS460 yang dibanderol dengan harga Rp2 miliar, GS300 Rp950 juta, IS300 Rp790 juta, dan RX350 Rp910 juta.

Mobil premium ini hadir pertama kali diprakarsai oleh chairman Toyota Motor Corporation, Eiji Toyoda pada tahun 1989 di Amerika Serikat. Untuk menghasilkan flagship pertama, yaitu LS400, Lexus membutuhkan persiapan waktu hingga 6 tahun dengan melibatkan 1.860 engineer, 450 prototipe, dan investasi sebesar USD1 miliar. Tidak hanya itu, saat diuji coba, LS400 dikendarai menempuh jarak 27 juta mil atau setara dengan 10 putaran bumi.

Selanjutnya, lexus hanya membutuhkan waktu 18 tahun untuk menjadi brand yang dikenal seluruh dunia sebagai nama yang mewakili konsep contemporary luxury dengantagline The Persuit of Perfection

Mulai 2008, Hyundai Ekspor i10 ke 75 Negara

Hyundai Motor berencana melakukan ekspor (dari India) kendaraan kompak i10 ke 75 negara. Rencananya ekspor dimulai tahun 2008 mendatang. OTOMOTIF MOBIL DAN MOTOR INDONESIA

Hal tersebut disampaikan M Inderjith, Vice President Productions, Hyundai Motor India. Hyundai menjadikan India sebagai basis produksi dan pemasaran kendaraan kompaknya untuk dipasarkan ke seluruh dunia. Tidak heran apabila Hyundai memilih India sebagai negara pertama untuk meluncurkan i10.

Inderjith mengatakan, rencana tersebut semakin membuktikan Hyundai sebagai produsen kendaraan penumpang terdepan. Selama tahun 2006, penjualan luar negeri Hyundai tumbuh 17,4 persen dengan jumlah ekspor mencapai 113.339 unit.

Tahun 2006 juga merupakan masa yang penting bagi Hyundai. Pada tahun tersebut, total ekspor Hyundai telah mencapai angka 300.000 unit.

Saat ini, Hyundai sedang membangun pabrik keduanya di Chennai. Pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi Hyundai menjadi 300.000 unit per tahun. Tahun 2008, total produksinya akan ditingkatkan dua kali lipat menjadi 600.000 unit. 

Hyundai Luncurkan New Sonata

Hyundai Motor, Senin (5/11/2007) kemarin memperkenalkan varian terbaru Sonata sedan. Kendaraan ini menjadi andalah Hyundai untuk mendongkrak penjualan globalnya.

Asia Pulse, Selasa (5/11/2007) melansir, varian terbaru Sonata hadir dengan ruang kabin yang lebih lebar dan mesin betenaga dibanding versi terdahulunya. Hyundai mulai memasarkan Sonata sedan seharga 19,34 hingga 23,04 juta won atau mulai USD 21.370. klik disini

Sonata hadir dengan 2� pilihan mesin, yaitu 2 dan 2.4 liter. Ini adalah varian kedua sejak NF Sonata pertama kali diliuncurkan 3 tahun lalu. Pihak Hyunda tidak memberikan angka target penjualan mobil ini.

Saat ini Hyundai berusaha memperkuat pemasarannya di Amerika Serikat dan China serta memperkokoh posisinya di pasar Korea Selatan, bersaing dengan brand asing.

70 Tahun Toyota, Optimistis Jadi Raksasa Automotif Dunia

Minggu lalu Toyota Motor Company (TMC) merayakan ulang tahunnya ke-70. Tahun ini Toyota berkomitmen memperkuat jaringan penjualan global dan pengembangan sistem produksi menjadi raksasa automotif dunia. cek website disini

Selama periode Januari-September 2007, Toyota bersama grupnya Daihatsu dan Hino, telah menjual 7,05 juta unit kendaraan di seluruh dunia. Angka tersebut sedikit di bawah penjualan produsen nomor satu dunia General Motor yang telah menjual 7,06 juta unit.

Pihak Toyota optimistis, selisih penjualan tersebut akan terkejar dalam waktu dekat, sekaligus memposisikannya sebagai raksasa automotif dunia. Dalam jangka panjang, Toyota juga akan memproduksi kendaraan berbasis robot dan membuat lebih banyak versi hybrid yang akan diaplikasikan pada seluruh model kendaraannya.

Toyota berdiri pertama kali dengan menyandang nama Toyota Motor Co pada tahun 1937. Toyota Motor Co berdiri setelah berganti nama dari Toyoda Automatic Loom Works Ltd. Ketika itu coor businnes-nya adalah memproduksi mesin. Setelah terjadi krisis ekonomi yang disusul dengan Perang Dunia II, divisi penjualan memisahkan diri dengan nama Toyota Motor Sales Co. Kedua perusahaan tersebut akhirnya bersatu kembali pada tahun 1982 dengan nama Toyota Motor Company. 

Toyota mengadopsi prinsip “efisiensi dan berkualitas”. Untuk itu sistem produksi just in time (tepat pada waktunya) menjadi andalan untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas produksi sesuai dengan permintaan pasar.

Tahun 1980-an menjadi era ekspansi Toyota ke pasar global. Ketika itu, permintaan kendaraan brand Toyota mengalir ke Amerika Serikat. Sejak itu, Toyota mulai memproduksi kendaraannya di negeri Paman Sam tersebut.

Hingga saat ini, Toyota telah memiliki pabrik perakitan di 27 negara dan jaringan pemasaran di lebih dari 150 negara. Selama tahun 2007, Toyota menargetkan penjualan sebanyak 8,4 juta unit. Dari jumlah tersebut, 6,8 juta unit di antaranya laku di pasar luar negeri.

Perluas Pabrik, Ekspor Daihatsu Makin Gencar

PT Astra Daihtsu Motor (ADM) tergetkan peningkatan volume ekspor lewat pengembangan pabrik baru di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Tahun ini, PT ADM menargetkan ekspor hingga 18 persen dari total produksinya. informasi mobil dan motor

Amelia Tjandra, General Manager Domestic Marketing Division PT ADM di sela-sela persemian perluasan pabrik PT ADM, Selasa (6/11/2007) mengatakan, tahun ini ADM menargetkan produksi sebanyak 150.000 unit termasuk brand Toyota Avanza dan Rush. Dari jumlah tersebut, 15 persennya dialokasikan untuk pasar ekspor.

"Presentase ekspor terus menunjukkan peningkatan, bahkan bisa mencapai 18 persen sampai akhir tahun ini. Tahun depan, seiring beroperasinya perluasan pabrik baru, presentasenya tentu akan meningkat dari total produksi 211.000 unit per tahun," ungkapnya. 

Saat ini, kendaraan brand Toyota Avanza dan Rush dalam bentuk completely knock down (CKD) telah diekspor ke beberapa negara di Afrika, termasuk Afrika Selatan dan Malaysia. Ekspor completely built up (CBU) juga dilakukan ke Thailand, Brunai, dan Piliphina. Sedangkan brand Daihatsu Terios telah diekspor ke negara-negara Timur Tengah dan Venezuela dalam bentuk CKD.

Hari Selasa (6/11/2007) ini, Presiden SBY meresmikan perluasan pabrik Astra Daihatsu Motor di Sunter, Jakarta Utara. Pengoperasian pabrik seluas 7,2 hektar tersebut, akan meningkatkan kapasitas produksi ADM dari 114.000 unit menjadi 211.000 unit per tahun. Di pabrik terebut, selain Xenia, Terios, dan Grand Max (belum diluncurkan), di pabrik tersebut, ADM juga akan memproduksi brand Toyota Avanza dan Rush.

Dalam kesempatan peresmian tersebut, ADM menyerahkan 2 unit Grand Max yang sudah dimodifikasi kepada Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) untuk keperluan pendidikan. Selain sebagai perpustakaan berjalan, kendaraan tersebut juga telah dilengkapi perangkat multimedia.

Rencananya Selasa malam ini, Daihatsu akan meluncurkan minibus terbaru Grand Max.

GM- Carnegie Mellon University, Juarai Kompetisi Mobil Robot

Robot mobil yang dirancang mahasiswa Carnegie Mellon University AS dan General Motor, menjuarai kompetisi balap mobi robot yang diselenggarakan oleh kementerian pertahanan AS. berita otomotif

Mahasiswa Carnegie Mellon University berhak membawa pulang hadiah uang sebesar USD2 milar.

Para mahasiswa memodifikasi kendaraan Chevrolet Tahoe SUV yang diberi nama “Boss” tersebut dengan menambahkan sensor, radar, dan perlengkapan elektronik pendukung lainnya.

"Kompetisi ini semakin meningkatkan pemahaman kami tentang pentingnya mengendarai mobil dalam arti nyata. Bayangkan di dalam mobil kita hanya membuka email, makan, dan menonton berita, tanpa melakukan aktifitas mengemudi," ujar Vice President R&D GM, Larry Burns seperti dikutip AFP, Selasa (6/11/2007).

Boss bersama 11 peserta mobil robot lainnya harus melakukan perjalanan sejauh 100 km menelusuri jalan-jalan kota atau dinamakan urban challenge dan berakhir di Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), basis militer California Selatan. Setiap mobil robot hanya diberikan waktu 6 jam untuk sampai ke garis finish.

Setiap tim harus melakukan seting terhadap program robotik yang dihubungkan dengan penggerak mobil. Setiap persimpangan harus diperhatikan dan diperhitungkan dengan seksama sehingga robot akan menggerakkan roda untuk membelok pada jarak tertentu.

Selain itu, setiap robot mobil juga harus memenuhi peraturan lalu lintas, seperti lampu merah dan rambu-rambu lainnya. Di sinilah perangkat sensor bekerja untuk membaca tanda-tanda lalu lintas.

Walaupun dinobatkan sebagai juara, Boss bukanlah mobil robot yang pertama masuk finish. Junior, robot mobil Volkswagen Passat dari tim Stanford University California yang lebih dulu sampai ke finish. Namun kecepatan bukanlah penilaian utama untuk menentukan pemenang. Juri memberikan penilaian dari rute perjalanan yang ditempuh dan kemampuan mobil robot untuk mentaati peraturan lalu lintas.

Kompetisi serupa telah dilaksanakan sejak tahun 2004 di daerah gurun pasir barat AS. Namun ketiika itu, tidak satu pun robot yang mampu sampai ke garis finish. Tahun 2006, tim dari Stanford yang memenangkan kompetisi.

Kompetisi ini merupakan bagian rencana kementerian pertahanan AS untuk mengaplikasikan tekonogi mobil robot pada alat transportasi perang mulai tahun 2015. Kementerian pertahanan AS yakin, pengembangan mobil robot ini akan membantu prajurit AS yang turun ke medan perang dan mengurangi jatuhnya korban.

GM sendiri sudah lama menjalin kerja sama dengan Pentagon dalam pengadaan kendaraan perang. GM memproduksi High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle (Humvee) truck sebagai alat angkut tentara AS.