2009, Mitsubishi Luncurkan Microcar I di Eropa

Mitsubishi Motor berencana memasarkan kendaraan mikro “i” di Eropa (selain Inggris) mulai 2009 mendatang. Model “i” akan dijual dengan harga 10.000 euro atau sekira USD14.400. click here

Awalnya Mitsubishi hanya berencana menjual model “i” di Jepang, namun melihat pasar mobil mini di Eropa sangat potensial Mitsubishi juga memasarkan “i” di Eropa. Selain itu, kendaraan ini juga telah memenuhi standar regulasi terutama emisi. Bahkan dalam jumlah sangat terbatas, mobil tersebut telah dijual di Inggris Juli 2007 lalu.

Microcar dengan 4 pintu ini memiliki panjang keseluruhan 3,4 m dan wheelbase 2,55 m. Mesin diletakkan di sudut sehingga tidak mengorbankan ruang pada kabin. 

Model standar ditenagai dengan 42kW atau 57 hp motor. Konsumsi bahan bakar 5,2 liter/mil dengan emisi gas karbondioksida (CO2) 114 gr/km.

Pendesain kendaraan ini mengatakan bahwa performa “i” dapat ditingkatkan menjadi 48 kW/65 hp motor. Versi kendaraan listriknya juga akan dikapalkan ke Eropa.

Berkaitan dengan pengembangan mobil listrik, Osamu Masuko, Presiden Mitsubishi pernah mengatakan bahwa model i-Miev listrik akan diluncurkan di Jepang pada 2009 mendatang. Ini berarti setahun lebih awal dari rencana sebelumnya.

Model i-Miev digerakkan dengan sistem penggerak 4 roda. Masing-masing roda akan disuplai tenaga 27 hp sehingga total dorongan mencapai 108 hp.

Salah satu keunikan i-Miev adalah tempat duduk dapat diputar sehingga dapat dibentuk melingkar seperti conference room. Menurut sumber Mitsubishi, i-Miev juga akan dipasarkan di Eropa pada 2010 mendatang.

Ford: Jaguar-Land Rover Dilepas, Volvo Dipertahankan

Ford Motor menegaskan pihaknya tidak akan menjual brand Volvo. Namun brand Jaguar dan Land Rover tetap akan dijual pada awal 2008 mendatang. OTOMOTIF MOBIL DAN MOTOR INDONESIA

Sebaliknya pihak Ford akan mengembangkan performa keuangan dan menguatkan brand Volvo di pasar global.

"Kami tidak berencana menjual Volvo bahkan kami memprioritaskan perbaikan kondisi keuangan dan brand. Semuanya akan kami lakukan secara periodik," ujar Chief Executive dan Presiden Ford, Alan Mulally seperti dikutip Associated Press, Jum’at (9/11/2007).

Ford yang pada 2006 lalu menderita kerugian sebesar USD12 miliar berusaha memotong biaya pengeluaran dan meningkatkan keuntungan dengan penjualan seluruh brandnya. Ketika menjual band mewah Aston Martin, Agustus 2006, Ford pernah menyampaikan niatannya untuk menjual Volvo. Namun bulan Juli 2007, rencana tersebut diurungkan bahkan berbalik untuk mempertahankannya.

Ford juga akan melaporkan kondisi keuangan Volvo mulai tahun depan. Selama ini laporan penjualan dan laba Volvo digabungkan dengan brand Land Rover dan Jaguar dalam Ford Premier Automotive Group (PAG). Ford berencana melepas Land Rover dan Jaguar awal tahun depan. 

Allan Mulally juga menegaskan rencananya untuk menguatkan brand Volvo dalam jajaran mobil premium. Dalam waktu dekat ini pihaknya memprioritaskan pada pengembangan produk.

Ford PAG melaporkan kerugian sebesar USD97 juta selama triwulan III-2007. Angka tersebut turun drastis dibanding kerugian peridoe yang sama tahun lalu yang mencapai USD508 juta. Ford juga menyatakan, selama ini Volvo belum mendatangkan keuntungan, namun pihaknya tidak bersedia menyebutkan jumlahnya.

Pada periode yang sama, penjualan PAG tumbuh menjadi USD7,4 miliar. Tahun lalu penjualannya hanya USD6,5 miliar. Ford mengakuisisi Volvo, yang juga memproduksi jenis truk, dari perusahaan Volvo AB pada tahun 1999 senilai USD6,45 miliar. 

Jual 76.900 Unit, Penjualan Global Audi Tumbuh 5,3%

Produsen mobil mewah Audi AG melaporkan penjualan global selama bulan Oktober 2007 tumbuh sebesar 5,3 persen. Selama bulan tersebut, Audi telah menjual 76.900 unit. klik disini

Jumlah tersebut naik dibandingkan Oktober 2006 yang terjual sebanyak 73.050 unit.

Marketing Sales Overseas Audi, Ralph Weyler seperti dikutip Associated Press, Jum’at (9/11/2007) mengatakan, prestasi penjualan pada bulan ini semakin mendekati target penjualan global Audi selama tahun 2007 sebesar 950.000 unit.

"Kami optimistis sisa waktu di 2007 ini akan mampu mengejar target penjualan 950.000 unit," tegasnya. Weyler menambahkan selama periode Januari-Oktober 2007, Audi telah menjual sebanyak 818.200 unit. Naik 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 757.763 unit.

Pasar Jerman menyumbang penjualan selama Oktobober sebanyak 23.742 unit atau naik 5,5 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Amerika Serikat menyumbang kenaikan penjualan sebesar 15,4 persen yaitu 7.421 unit. Disusul Inggris dengan 7.066 unit atau naik 12,8 persen.

Sedangkan Asia Pasifik menyumbang kenaikan presentase penjualan tertinggi sebesar 17,9 persen dengan jumlah 10.100 unit. Kenaikan terbesar disumbang China 24,8 persen. Selama tahun 2007 ini penjualan Audi di China termasuk Hong Kong telah mencapai 83.863 unit.

"Tahun ini, kami menargetkan penjualan lebih dari 100.000 unit di China," pungkas Weyler.

2007, Lexus Targetkan Penjualan Hingga 70 Unit

Meneruskan cerita sukses penjualan Lexus di pasar internasional, 4 model yang akan dipasarkan di Indonesia ditargetkan terjual sebanyak 50 hingga 70 unit sampai sisa akhir tahun 2007 ini. cek website disini

"Kehadiran Lexus masih sangat baru di Indonesia. Kami butuh waktu untuk memperkenalkan brand Lexus di sini. Tahun ini kami targetkan penjualan sebanyak 50 hingga 70 unit," ujar prinsipal Lexus Indonesia, Johnny Darmawan saat peresmian Lexus Indonesia di Gallery Lexus Menteng, Rabu (7/11/2007) kemarin.

Johnny Darmawan menambahkan, penjualan mobil premium termasuk brand Mercedes Benz dan BMW di Indonesia dalam satu tahun hanya berkisar 5.000 hingga 6.000 unit. Artinya dalam sebulan yang terjual sekira 500-an unit. 

Dengan segala kelebihan yang diaplikasikan dalam model-model Lexus, Johnny optimistis Lexus dapat diterima pasar Indonesia dan bersaing dengan kompetitor lainnya di kelas premium sedan maupun SUV. 

Pada tahun 2008, Johnny yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Toyota Astra Motor ini, menargetkan penjualan Lexus sebanyak 150 hingga 200 unit atau sekira 18 unit per bulan.

Mengambil pengalaman dari negara lain yang telah lebih dulu memasarkan Lexus, Johnny berkomentar di waktu akan datang peluang Lexus untuk berkembang cukup besar. Di negara asalnya Amerika Serikat, Lexus terjual sebanyak 320.000 unit selama tahun 2006. Di tahun yang sama, pasar Jepang mencatat penjualan Lexus sebanyak 31.100 unit.

Bahkan di China, negara yang terbilang baru dimasuki, Lexus telah terjual sebanyak 13.200 unit selama 2006. Sedangkan di Korea Selatan, penjualannya mencapai 5.300 unit.

Sebenarnya, pihak Toyota telah berusaha menghadirkan Lexus di Indonesia pada awal tahun 2007 lalu, namun dibutuhkan persiapan lebih mengingat brand Lexus sangat special dan bernilai. Bahkan Gallery Lexus yang didirikan di Jalan Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat, didesain dengan memenuhi aspek pelayanan yang sempurna kepada konsumennya. Dari sekira 1.500-an� pihak yang mengajukan pendirian dealer di seluruh dunia, hanya 81 yang diterima. Salah satunya adalah lexus Indonesia.

"Kami tidak menyebutnya sebagai showroom, tapi Gallery yang mewakili kesan tempat produk-produk bernilai seni tinggi. Bukan sekedar aktifitas transaksi yang terjadi di sini, namun konsumen akan mendapatkan pelayanan terbaik berbeda dengan tempat-tempat lainnya," papar Johnny.

Di Asia, brand mobil mewah ini telah dipasarkan di 10 negara. Dari jumlah tersebut 5 di antaranya adalah negara Asia Tenggara, yaitu Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Malaysia, dan terakhir di Indonesia. 

Daihatsu Gran Max, Mobil Niaga Lebih Besar Lebih Untung

GRAN Max mengusung 3 konsep yang menambah daya pikatnya sebagai kendaraan niaga yang menguntungkan, yaitu kapasitas, kehandalan, dan efisiensi. Daihatsu membanderol Gran Max mulai Rp67 juta-an. informasi mobil dan motor

Sesuai dengan namanya Gran Max, mobil ini memiliki kelebihan dalam daya tampung dan daya angkut. Bahkan Gran Max diklaim kendaraan dengan kapasitas terbesar di kelasnya. Untuk jenis pick up dapat mengangkut beban hingga 1,1 ton, sedangakan minibus dapat memuat 9 hingga 11 orang (termasuk supir). Untuk mendukung kekuatannya, Gran Max menggunnakan chassis lebih tebal

Segi kehandalan dapat dilihat dari kemampuan mesin. Gran Max hadir dengan 2 pilihan mesin yang juga digunakan pada model Xenia dan Terios, yaitu Mesin DOHC 1.300 cc yang digunakan pada model Xenia dan DOHC 1.500 cc VVTi juga digunakan pada Terios. Tenaga maksimum yang dihasilkan untuk 1.300 cc adalah 88 PS pada putaran 6.000 rpm dan mesin 1.500 cc mampu menyemburkan 97 PS pada 6.000 rpm.

Selain itu, berdasarkan uji coba, Gran Max mampu melewati genangan air dengan ketinggian sampai 600 mm, padahal jarak bak (jenis pick up) ke tanah dirancang rendah yaitu 720 mm untuk memudahkan bongkar muat barang. Nilai keuntungan terasa lebih dengan kapasitas bak Gran Max yang diklaim paling luas dikelasnya, yaitu 2350 x 1585 mm.

Dalam konsumsi bahan bakar, Gran Max memiliki efisiensi 20 persen lebih baik dari model Zebra. Berdasarkan uji coba, mesin 1.300 cc mengkonsumsi 17 km/liter dan mesin 1.500 cc 15 km/liter.

Bagian depan dirancang semi bonet. Selain memberikan keamanan saat terjadi benturan depan, semi bonet juga memberikan kemudahan dalam perawatan mesin. Akses penumpang ke dalam kabin lebih mudah dengan 2 pintu geser (sliding door) di samping kendaraan dan memberikan ruang lebih saat memasukkan barang-barang. Selain itu, pintu geser sesuai dengan karakter parkir di Indonesia yang sempit.

Untuk menambah stabilitas ketika dikendarai, jarak sumbu roda (wheelbase) dibuat lebih panjang. Posisi ban depan juga tidak diletakkan di bawah bangku melainkan agak ke depan. Sehingga lebih memberikan kemudahan kepada penumpang depan untuk keluar masuk karena tidak memiliki jarak yang tinggi dari tanah.

Pada bagian kabin, posisi mengemudi dibuat seperti pada jenis sedan sehingga memberikan kenyamanan lebih. Tuas transmisi diletakkan di dashboard menambah kesan mewah. Sesuai dengan konsepnya sebagai kendaraan niaga, jenis minibus dapat menampung hingga 11 penumpang. Ini karena pada bagian belakang, posisi duduk didesain berhadapan dan dapat diisi 6 penumpang. Dalam kondisi kosong, kedua bangku di bagian tengah dan belakang dapat dilipat sehingga memberikan kapasitas maksimal apabila diisi barang.

Gran Max dipasarkan di Indonesia dengan 4 varian. Tipe minibus 1.5 dan 1.3 deluxesudah dilengkapi dengan velg racing 165R13. Sedangkan varian pick up masing-masing 1.5 dan 1.3 standar dan 3 way. Seluruh model Gran Max menggunakan suspensi Mac pherson sturt (depan) dan per keong (belakang).

Toyota Sudah Gunakan Baterai Li-on Sejak 2003

Penggunaan betarai lithium-ion pada kendaraan hybrid memiliki banyak keuntungan. Selain lebih bertenaga, baterai ini juga lebih ringan dan kompak. Toyota sudah aplikasikan baterai ini pada model Vitz sejak 2003. berita otomotif

Namun baterai yang lazim digunakan pada telepon seluler dan laptop tersebut, lebih memiliki resiko overheat atau terbakar dibanding nickel-metal. Inilah yang sempat menjadi isu di media lokal Jepang, saat Toyota mengumumkan tidak akan menggunakan Li-on pada model hybrid Priusnya.

Li-on sebenarnya sudah diaplikasikan pada kendaraan sub kompak Toyota Vitz sejak tahun 2003. Saat ini pihak Toyota tidak gencar mengumumkan kepada publik tentang penggunaan Li-on pada Vitz karena jumlahnya yang sangat terbatas.

Masatami Takimoto, Executive Vice President Toyota seperti dikutip Associated Press, Kamis (8/11/2007) mengatakan, saat ini Toyota telah memasarkan kendaraan dengan Li-on di dealer-dealernya, namun suplainya sangat terbatas karena produksinya juga dibatasi. Toyota sendiri mengaku tidak bisa memenuhi permintaan dalam jumlah banyak. 

"Konsumen bisa mendapatkannya jika mereka menginginkannya. Kami tidak mengumumkan kalau kami menjual kendaraan dengan Li-on," ujar Takimoto.

Menurut data Toyota, model Vitz dengan Li-on mengkonsumsi bahan bakar lebih baik dibanding versi regulernya. Pada saat diuji coba di Jepang, Vitz hanya menghabiskan sekira 25 km/liter atau 60 mil/galon. Sedangkan Vitz regular mengkonsumsi bahan bakar sekira 22 km/liter atau 53 mil/galon.

Li-on diletakkan di bawah bangku penumpang. Selain itu, Vits juga dilengkapi dengan accu yang diletakkan dekat mesin. Saat pengemudi menyalakan kendaraan, yang bekerja memberikan tenaga adalah accu.

Saat kendaraan dalam kondisi idle, saat berhenti dalam posisi neutral di lampu lalu lintas atau parkir, mesin secara automatis akan mati. Dalam kondisi tersebut, Li-on tetap bekerja untuk mengaktifkan sistem pendingin kabin (AC), radio, dan alat-alat listrik lainnya.

Ketika kaki pengemudi di angkat dari pedal rem, mesin akan menyala lagi menggunakan tenaga Li-on. Baterai tersebut diisi secara automatis saat kendaraan melaju.

Vits dengan baterai Li-on dipasarkan dengan harga 1,17 juta yen atau sekira USD10.200. Harga tersebut lebih mahal 100.000 yen atau USD870 dari versi regulernya.

Toyota Naikkan Target Perolehan Laba

Meningkatnya penjualan luar negeri dan fluktuasi nilai tukar Yen menjadi alasan Toyota untuk merevisi target pendapatannya selama tahun fiskal 2007-2008. Toyota optimistis mematok target laba 1,7 triliun yen atau sekira USD14,9 miliar. click here

Berita yang dikeluarkan Toyota Motor Corp dan dikutip Associated Press, kamis (8/11/2007) menyebutkan, Toyota menaikkan target laba bersihnya selama tahun fiskal yang berakhir Maret 2008 mendatang menjadi 1,7 triliun yen atau sekira USD14,9 miliar. Sebelumnya Toyota menargetkan laba sebesar 1,65 triliun yen atau sekira USD14,5 miliar. Perusahaan automotif nomor 2 dunia tersebut juga menaikkan target pendapatan penjualan menjadi 25,5 triliun yen atau sekira USD223,9 miliar dari target sebelumnya 25 triliun yen.

Kenaikan target tersebut tidak terlepas dari brand image yang dibangun Toyota, yaitu produsen model-model kendaraan efisien bahan bakar, seperti Prius hybrid dan small car. 

Menurut Tsuyoshi Mochimaru, analis automotif dari Lehman Brothers Tokyo, keberhasilan Toyota dalam mendongkrak pendapatan tidak lepas dari persaingan harga jual. Perusahaan tersebut mampu menekan harganya sehingga lebih kompetitif padahal harga bahan baku semakin melambung. 

Selain itu, tambah Mochimaru, produk irit bahan bakar Toyota menjadi incaran konsumen internasional di saat harga bahan bakar tinggi.

Selama periode Juli-September 2007, laba bersih Toyota naik 11 persen menjadi 450,9 miliar yen atau sekira USD4 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan penjualan juga tumbuh 11 persen menjadi 6,490 triliun yen atau sekira USD57 miliar. 

Kekhawatiran mengenai kebijakan kredit pinjaman sehingga daya beli di Amerika Serikat menurun, ternyata tidak memberikan dampak bagi Toyota. Lagi-lagi, brand image yang dibangun Toyota sebagai produsen kendaraan irit, menjadikannya justru semakin diminati ditengah kelesuan ekonomi. Walaupun penjualan di pasar Jepang menurun, namun di pasar Amerika Utara, Eropa, dan Asia menunjukkan peningkatan.

Selama semester I tahun fiskal ini, Toyota telah menjual 4,3 juta unit kendaraan secara global. Angka tersebut naik 3,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba yang dibukukan untuk periode yang sama adalah 942,4 miliar yen atau sekira USD8,27 miliar atau naik 21,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dalam pernyatannya, Toyota Motor Corp optimistis akan menggeser posisi General Motor sebagai perusahaan automotif nomor 1 di dunia. Pada periode Juli-September 2007, GM melaporkan kerugian sebesar USD39 miliar karena tingginya biaya pajak yang harus bayar.

30 Unit Pertama untuk Pasar Luar Jepang

Sebanyak 30 unit RX-8 Hydrogen RE akan dipasarkan ke Norwegia untuk mendukung proyek Hydrogen Road of Norwey (HyNor). RX-8 menjadi kendaraan hydrogen pertama yang dipasarkan ke luar Jepang. OTOMOTIF MOBIL DAN MOTOR INDONESIA 

Kesepakatan kerja sama (MoU) pengembangan dan penjualan RX-8 hydrogen ditandatangani Mazda Motor Corp dan HyNor di Tokyo, Rabu (7/11/2007) kemarin. Rencananya ke-30 unit Mazda RX-8 Hydrogen RE akan dikapalkan pada musim panas 2008 mendatang.

"Saya menyambut baik kerja sama ini. Ini mengindikasikan bahwa HyNor benar-benar menunjukkan kontribusinya dalam mengembangkan teknologi automotif berbasis hydrogen yang selama ini digeluti Mazda," ujar duta besar Norwegia untuk Jepang, Age Grutle sebagaimana isi siaran berita Mazda. 

Pimpinan HyNor, Ulf Hafseld mengatakan, kerja sama ini semakin memacu HyNor untuk lebih cepat merealisasikan kampanye penggunaan kendaraan beremisi nol. Kendaraan berbahan hydrogen hanya mengeluarkan air sebagai emisi gas buangnya.

"Ini adalah pertama kali di dunia kendaraan hydrogen dijual ke luar Jepang. Kesepakatan ini juga merupakan langkah bersejarah bagi Mazda dalam pengembangan kendaraan hydrogen. Mungkin Norwegia adalah satu di antara sekian negara di dunia yang semakin dekat merealisasikan komunitas energi hydrogen," ujar Director and Senior Managing Executive Mazda, Seita Kanai.

Proyek HyNor dibentuk melibatkan beberapa kalangan industri di Norwegia. Tujuannya untuk mengimplementasikan pengembangan infrastruktur kendaraan hydrogen. Proyek tersebut mencakup rute sejauh 580 km mulai kota Oslo hingga Stavanger.

Pada Agustus 2006, pihak Mazda turut menghadiri peresmian pembukaan stasiun pengisian bahan bakar hydrogen pertama di Norwegia yang dibangun oleh HyNor. Dalam beberapa tahun ke depan, berbagai jenis alat transportasi umum termasuk bus, taksi, maupun kendaraan pribadi, ditargetkan menggunakan mesin berbasis bahan bakar hydrogen. 

24% Pemasukan Astra Disumbang Daihatsu

Pada tahun 2007, dari total perolehan keuntungan PT Astra International Tbk, 24 persennya disumbang PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Jumlah tersebut meningkat dari 18 persen pada tahun 2003. klik disini

Hal tersebut disampaikan Prijono Sugiarto, Direktur PT Astra International Tbk saat peluncuran minibus dan pick up Gran Max, Selasa (6/11/2007) malam di Jakarta International Trade and Exhibition Center (JITEC) Mangga Dua, Jakarta Utara.

Prijono menambahkan, saat ini kebijakan pemerintah sangar kondusif untuk menciptakan iklim investasi, terutama di industri automotif. Oleh karena itu peluang untuk mengembangkan sektor ini sangat terbuka lebar. Selama tahun 2007, pasar automotif Indonesia diprediksi tumbuh 33 persen dibanding tahun lalu dengan total penjualan diharapkan mencapai 425.000 unit.

Selain itu, lanjut Prijono, jumlah masyarakat di Indonesia yang belum memiliki kendaraan beroda 4 sangat besar. Tentu ini adalah peluang besar untuk mengembangkan penjualan, terutama di segmen kendaraan di bawah Rp100 juta-an. 

Prijono menambahkan, keberhasilan Daihatsu dalam mengembangkan sayap produksinya, tidak terlepas dari keberterimaan pasar atas produk-produknya. Selain faktor kualitas, Daihatsu juga dikenal sebagai brand yang memiliki harga jual terjangkau bagi kalangan masyarakat menengah di Indonesia. Untuk itu, Astra optimistis bahwa peran Daihatsu ke depan akan memberikan kontribusi besar bagi Astra.

Daihatsu Luncurkan Kendaraan Niaga Gran Max

Sulap ruang Jakarta International Trade and Exhibition Center (JITEC) Mangga Dua jadi pasar, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Selasa malam (6/11/2007) meluncurkan kendaraan niaga minibus dan pick up Gran Max. cek website disini

Hadir dalam acara peluncuran, pejabat Daihatsu Motor Company (DMC) Jepang, termasuk Presiden DMC Tiroyuki Minoura. 

Kendaraan yang menggantikan pendahulunya Daihatsu Zebra ini, dihadirkan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen terutama di segmen kendaraan niaga (commercial vehicle).

"Gran Max dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia, terutama untuk kalangan usaha. Kendaraan ini telah mengadaptasikan kemampuan dan fitur yang sesuai dengan karakter gaya berkendara di Indonesia. Selain itu, harga jualnya yang terjangkau menjadikan Daihatsu optimistis, Gran Max akan diterima pasar Indonesia," ujar Hideki Nomura, Presiden Direktur, Astra Daihatsu Motor, saat acara peluncuran.

Daihatsu Gran Max memiliki konsep produk high capacity, high reliability, dan high efficiency. High capacity memungkinkan kendaraan untuk menampung barang labih banyak dibanding kendaraan sekelasnya. High reliability berarti kendaraan ini digunakan untuk mendukung aktifitas usaha di segala kondisi. Dan high efficiency, Gran Max menggunakan mesin yang irit konsumsi bahan bakar.

Gran Max mengusung 2 pilihan mesin yaitu 1300 cc DOHC dan 1.500 cc DOHC VVTi. Dengan desain kabin yang luas pada minibus, Gran Max mampu menampung 9 hingga 11 orang. Sedangkan untuk pick up, beban seberat 1,1 ton dapat diangkautnya.

Gran Max dipasarkan di Indonesia dengan harga on the road mulai dari Rp67,15 juta untuk pick up dan mulai dari Rp88,5 juta untuk minibus.